Kajian Mulki dan Malakut Di Haul Kiyai Fattah

Pembangunan fisik (mulki, kerajaan fisik) yang dilakukan oleh manusia meskipun kelihatan baik, tetapi jika tidak sampai pada al Malikul Haq (dzat yang merajai kebenaran), maka pembangunan itu tidak akan pernah menyentuh pembangunan non-fisik (malakut, alam ilahi, mental spritual). Hal tersebut dikemukakan oleh KH Abdul Qoyyum, kiyai muda dari Lasem Rembang Jawa Tengah dalam ceramah acara Haul KH Abdul Fattah Hasyim pada Kamis (13/03). Continue reading Kajian Mulki dan Malakut Di Haul Kiyai Fattah

Print Friendly

BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (04) Bekas Foto Kopi Ayat Al-Qur’an di dalam Bak Sampah

04. Bekas Foto Kopi Ayat Al-Qur’an di dalam Bak Sampah

Deskripsi Masalah

Sering kita jumpai di toko-toko, khususnya toko yang melayani jasa foto kopi, terdapat lembaran-lembaran yang berisi ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi penghuni tempat sampah, bahkan tak jarang yang bercampur dengan kotoran-kotoran yang lain. Continue reading BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (04) Bekas Foto Kopi Ayat Al-Qur’an di dalam Bak Sampah

Print Friendly

BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (03) Nadzar

03.  Nadzar [1]

Deskripsi Masalah :

Ada orang nadzar sebagai berikut : Apabila tujuan saya berhasil, maka saya akan menghajikan kedua orang tua saya, setelah tujuannya berhasil, ternyata orang tuanya tidak mau dihajikan. Karena orang tuanya mau haji sendiri kemudian ia berkata kepada anaknya bahwa uang tersebut sebaiknya dipakai anaknya untuk naik haji sendiri atau dimanfaatkan sebagai modal kerja.

Pertanyaan :

a)   Bagaimana seandainya anaknya naik haji dengan biaya (uang yang telah dipersiapkan untuk biaya haji orang tuanya tersebut)?

b)   Bagaimana pula seandainya uang tersebut dipakai untuk modal kerja anaknya tersebut?

c)   Dan bagaimana pula seandainya uang tersebut dilimpahkan kepada orang lain sebagai ganti nadzar yang semula untuk orang tuanya? Continue reading BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (03) Nadzar

Print Friendly

Bahtsul Masail Ke IV: (01) Merubah, Mengurangi atau Menambahkan Kalimat Pada Teks Alquran Dalam Berdo’a

         Deskripsi Masalah

Sebagaimana yang telah menjadi kebiasaan pada warga Nahdliyin di Jombang ketika berdo’a menggunakan do’a yang berasal dari ayat suci al qur’an. Akan tetapi  sebagian warga Nahdliyin terkadang menambahi redaksi yang tertera dalam ayat Al Qur’an tersebut ketika berdo’a. Contoh dalam akhir ayat ke 68 surat al baqoroh tertulis :

وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ  menjadi  وَتُبْ عَلَيْنَا يامولنا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Pertanyaan

Bagaimana hukum berdo’a dengan menggunakan do’a yang berasal dari ayat Al Qur’an dengan menambah kalimat yang tidak tertera dalam ayat aslinya tersebut? Continue reading Bahtsul Masail Ke IV: (01) Merubah, Mengurangi atau Menambahkan Kalimat Pada Teks Alquran Dalam Berdo’a

Print Friendly

BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (02) Sumbangan Pemerintah

02.  Sumbangan Pemerintah [1]

Deskripsi Masalah :

Sering kita jumpai sumbangan yang diberikan oleh pemerintah dan lain sebagainya kepada unit pendidikan, pondok pesantren dan lain sebagainya, terjadi perbedaan antara jumlah sumbangan yang tertulis dengan yang diterima

Pertanyaan :

Bagaimana hukumnya menulis atau menandatangani penerimaan sumbangan (misal Rp 100.000.000), padahal uang yang diterima kurang dari jumlah tersebut? Continue reading BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (02) Sumbangan Pemerintah

Print Friendly

BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (01) Penanggalan Kalender Hijriyah

01 .  Penanggalan Kalender Hijriyah [1]

Deskripsi Masalah :

Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah pada bulan Rabi’ul Awal, 13 tahun setelah beliau diutus, namun permulaan tahun baru hijriyah dimulai pada bulan Muharram.

Pertanyaan :

Sejak kapan tahun hijriah tersebut dimulai? Dan siapa yang pertama memulai? Continue reading BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (01) Penanggalan Kalender Hijriyah

Print Friendly

(2) Khutbah ‘Idul Adlha

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَِللهِ الْحَمْدُ. الْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْقَهَّارِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمٍ تَتَوَالَى كَاْلأََمْطَارِ وَأَشْكُرُهُ عَلَى مُتَرَادِفِ فَضْلِهِ الْمِدْرَارِ. أَشْهَدُ أَنْ لآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِى قَائِلَهَا مِنَ النَّارِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُخْتَارُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ مَنْ حَجَّ وَاعْتَمَر، وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ اْلأَبْرَارِ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ فَضِيْلٌ، وَعِيْدٌ شَرِيْفٌ جَلِيْلٌ، رَفَعَ اللهُ تَعَالَى قَدْرَهُ وَأَظْهَرُ. وَسَمَّاهُ يَوْمَ الْحَجِّ اْلأَكْبَرِ. اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!

Semenjak tadi malam, hingga menjelang shalat ‘Ied tadi, kita telah menguman dangkan takbir, tahlil dan tahmid secara terus-menerus, baik di rumah, di langgar, di masjid, di jalan-jalan dan di tempat-tempat lain. Di sana sini terdengar suara “ALLAHU AKBAR”, yang berarti “Allah Maha Besar”, disusul dengan tahlil “LAA ILAAHA ILLALLAAH”, (tiada Tuhan selain Allah), dan ditutup dengan bacaan tahmid “WALILLAAHIL HAMDU” (hanya bagi Allah segala puja dan puji). Continue reading (2) Khutbah ‘Idul Adlha

Print Friendly

(12) Ibadah Haji

الخطبة الأولى

الْحَمْدُ ِللهِ عَلَى نِعَمِهِ فِىْ أَيَّامِ شَهْرِ ذِى الْحَجَّةِ الَّذِىْ أَرْشَدَنَا إِلَى طَاعَتِهِ، وَخَذَرْنَا مِنْ مُخَالِفَتِهِ وَمَعْصِيَتِهِ. أَشْهَدُ لآ إِلـٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّـٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ.

أَمَّابَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوااللهَحَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُوْمَاتٌ، فَمَنْ فَرَضَ فِيْهْنَّ الْحَجَّ  فَلاَرَفَثَ وَلاَفُسُوْقَ وَلاَجِدَالَ فِى الْحَجِّ... (البقرة : 197)

 

Ma’asyiral Muslim rahimakumullah !

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dimana pun kita berada. Sebab taqwa adalah barometer utama untuk mengukur jauh dekatnya seseorang dengan Allah. Hidup tanpa disertai dengan ketaqwaan akan mudah terpeleset pada kemungkaran dan kemaksiatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Continue reading (12) Ibadah Haji

Print Friendly

Tambakberas Jombang