(09) Pahala Ibadah Di Bulan Suci

  الخطبة الأولى:

     الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ عَلَى نِعَمِهِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلـٰهَ إِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

     أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنَ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ.

 Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah !

Bulan Sya’ban telah kita lalui bersama dengan naik turunnya keimanan dan ketaqwaan kita di bulan tersebut. Kini kaum muslimin di seluruh dunia telah sampai pada bulan yang paling dinantikan selama satu tahun penuh, bulan yang penuh berkah dan maghfiroh, yakni bulan Ramadlan. Di bulan ini, marilah kita lebih meningkatkan lagi ketaqwaan kita kepada Allah dimana pun kita berada. Sebab taqwa adalah ruh kehidupan bagi orang-orang yang beriman. Hidup tanpa disertai dengan ketaqwaan akan membentuk jiwa seseorang menjadi beringas, tidak mengenal halal-haram, mudah meremehkan hukum Allah dan gampang tenggelam dalam kemaksiatan dan kemungkaran.

 Ahli Jum’ah yang dimuliakan Allah !

Dibulan Ramadlan ini, siang harinya akan kita lalui dengan lapar dan haus. Karena pemahaman kita sebagai oang awam, puasa adalah menahan lapar dan haus. Akan tetapi makna puasa yang sesungguhnya bukanlah demikian. Lalu apa sebenarnya makna puasa yang sesungguhnya?.

Puasa berasal dari kata “Ash-Shaum” yang menurut bahasa mempunyai arti menahan. Sedangkan menurut arti Syara’ puasa adalah menahan diri atau mencegah dari makan dan minum atau dari segala apa yang dapat membatalkannya mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat khusus dan syarat-syarat yang telah ditentukan. Firman Allah yang berbunyi : “Telah diwajibkan atas kamu berpuasa”. Para ahli tafsir menyatakan, berdasarkan ayat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa berpuasa itu diwajibkan bagi setiap bagian tubuh. Dengan demikian makna puasa lidah adalah menjauhi kebohongan, perkataan keji, menfitnah, mengumpat dan lain sebagainya. Makna puasa telinga berarti tidak mendengarkan hal-hal yang maksiat. Puasa mata berarti tidak melihat semua bentuk kemaksiatan atau dosa. Demikian pula puasa diri berarti membebaskan diri dari hawa nafsu. Puasa hati berarti membuang kecintaan terhadap benda-benda dunia. Puasa pikiran berarti menjauhkan pikiran dari selain Allah.

Bulan Ramadlan ini adalah saatnya olah kanuragan, melatih diri meredam segala nafsu, yang selama ini mengganggu jasmani dan ruhani kita. Caranya adalah dengan terus meningkatkan amal kebaikan yang selama ini telah rutin kita lakukan. Memaksakan diri meninggalkan sifat-sifat buruk yang selama ini belum sepenuhnya mampu kita tinnggalkan. Karena itu rugi besar bila di bulan Ramadlan ini tidak digunakan untuk bertaqarrub kepada Allah. Kesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya sangat terbuka, juga pintu-pintu ampunan terbuka lebar. Hanya orang-orang yang tidak mendapat hidayah yang mengabaikan kemuliaan bulan Ramadlan ini.

 Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan amal kita di bulan Ramadlan ini dengan banyak membaca Al-Qur’an, shalat terawih, shalat malam, bersedekah dan menyantuni orang-orang fakir miskin dananak-anak yatim.

Tidak hanya itu saja, bagi orang yang menyambut kedatangan bulan Ramadlan dengan penuh suka cita dan persiapan khusus untuk meningkatkan amal ibadahnya, maka ia akan mendapat pahala tersendiri disisi Allah. Pokoknya bulan Ramadlan adalah bulan panen pahala dan ampunan.

 Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW :

مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ

“Barangsiapa senang hatinya menyambut kehadiran bulan Ramadlan, maka Allah mengharamkan tubuhnya atas (jilatan api) neraka”.

Nabi SAW bersabda : Pada malam pertama bulan Ramadlan, Allah berfirman : “Siapa mencintaiKu, pasti aku pun mencintainya, siapa mencari rahmatKu, pasti rahmatKu pun mencarinya, dan siapa beristighfar kepadaKu, pasti aku mengampuninya, berkat hormat Ramadlan, lalu Allah menyuruh malaikat mulia pencatat amal, khusus dalam bulan Ramadlan supaya menulis amal kebaikan semata, tidak mencatat laku kejahatan mereka, umat Muhammad, dan Allah menghapus dosa-dosa terdahulu bagi mereka”.

Kenapa bulan Ramadlan lebih utama dari pada bulan-bulan yang lain? Karena di dalam bulan Ramadlan penuh dengan peristiwa-peristiwa penting, yang tidak pernah terjadi pada bulan-bulan yang lain.

Dalam kitab Hayah diceriterakan, bahwasanya shuhuf Ibrahim AS. Diwahyukan malam awal Ramadlan, kitab Taurat malam ke 6 Ramadlan (terpaut 700 tahun dengan shuhuf Ibrahim AS), kitab Zabur malam ke 12 Ramadlan (terpaut 500 tahun dengan Taurat), kitab Injil malam ke 18 Ramadlan (terpaut 1200 tahun dengan Zabur), sedangkan kitab Al-Quran malam ke 27 Ramadlan (terpaut 620 tahun dengan injil).

Rasulullah menyampaikan khutbahnya pada akhir bulan Sya’ban. Alasan yang jelas dalam hal ini adalah untuk menanamkan akan pentingnya bulan Ramadhan (yang segera datang) kepada kita agar kita selalu ingat, sehingga tidak membiarkan satu saatpun berlalu tanpa memperoleh manfaat dari bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan ada satu malam yang sangat mulia, yaitu suatu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, yang biasa disebut dengan lailatul qadar.

Ibnu Abbas ra berkata; Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Andaikata umatku tahu pasti tentang sesuatu yang tersembunyi dalam bulan Ramadlan, pasti mereka mengharap seluruh bulan dalam setahun menjadi bulan Ramadlan”. Sebab bulan Ramadlan menghimpun segala kebaikan, ketaatan diterima, do’a-do’a dikabulkan, segala perbuatan dosa diampuni, dan surga merindukan mereka”. (Zubdatul Wa’idhin).

 Ahli Jum’ah yang berbahagia !

Demikianlah keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadlan, sampai orang yang berpuasa di bulan ramadlan puasanya akan menjadi perisai atau benteng bagi dirinya dari godaan hawa nafsu dan setan.

Ada lima karunia khusus yang dianugerahkan khusus di bulan Ramadlan kepada kaum muslimin yang taat menjalankannya. Pertama; bau yang keluar dari mulut orang yang berpuasa lebih disukai Allah daripada bau kasturi. Kedua; adalah bahwa ikan-ikan di laut beristighfar (memohon ampun) bagi orang-orang yang sedang berpuasa. Maksudnya di sini adalah untuk menjelaskan bahwa makhluk-makhluk hidup berdo’a untuk orang yang berpuasa. Ketiga; adalah Jannah atau surga yang dihiaskan untuk mereka. Keempat; adalah bahwa setan-setan dirantai, Akibatnya maksiatpun berkurang. Karunia kelima; adalah pengampunan yang diberikan pada akhir malam Ramadhan. Karena karunia yang besar ini, maka para shahabat berpendapat bahwa inilah lailatul qadar. Mereka mengetahui besarnya karunia pada malam tersebut, sehingga mereka bertanya apakah malam itu merupakan malam lailatul qadar. Jawaban Rasulullah adalah “tidak”. Ini hanyalah sebagai karunia yang diberikan Allah atas puasa yang telah dikerjakan hingga akhir Ramadhan.

Jika kita berfikir cerdas, maka inilah bulan kemanjaan. Maksudnya, dibulan Ramadlan ini, seolah-olah Allah memanjakan kaum muslimin dengan mengobral pahala, karena amal kebaikan yang kita lakukan pahalanya dilipat gandakan hingga beberapa ratus derajat. Juga sebagai bulan maghfiroh, orang yang benar-benar bertaubat di bulan suci tersebut akan diampuni seluruh dosa-dosanya. Tidak hanya itu orang yang puasa Ramadlan dirinya dirindukan surga.

Sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah SAW dalam sabdanya :

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ إِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ؛ تَالِىالْقُرْآنِوَحَافِظِ اللِّسَانِ وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ وَالطَّائِمِيْنَ فِىشَهْرِ رَمَضَانَ.

“Surga sangat rindu terhadap 4 macam manusia, yaitu Pembaca Al-Quran, pemelihara lisan dari ucapan keji dan munkar, dan pemberi makan orang yang lapar, serta mereka yang ahli puasa di bulan Ramadlan”. (Raunaqul Majalis).

 Ibnu Abbas ra meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda : ”Di awal Ramadlan angin matsirah berhembus dari bawah ‘Arasy, lalu bergoyanglah daun-daun pohon surga dengan mengeluarkan irama yang sangat merdu yang belum pernah didengar oleh siapapun, hingga para bidadari tercengang mendengarnya dan memperhatikan sumber suara merdu tersebut, seraya berdo’a :

اللّهُمّ اجْعَلْ لَنَا فِى هٰذَا الشَّهْرِ مِنْ عِبَادِكَ أَزْوَاجًا

“Ya Allah, jadikanlah bagi kami pasangan suami istri dengan hambaMu dalam Ramadlan ini”.

Maka tiada seorang yang puasa di bulan Ramadlan, kecuali menjadi pasangan para bidadari pingitan kemah tersebut.

Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah :

حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ[الرحمن:72]

“Para bidadari cantik jelita menggiurkan, putih bersih, dipingit dalam kemah”. (QS. Ar-Rahman 72).

Pada setiap bidadari berhias dengan 70 aneka perhiasan warna-warni, setiap ranjang tidurnya terbuat dari permata merah indah sulaman mutiara. Di setiap ranjang dipasang 70 kasur tebal berikut perabot lainnya, disamping 70 buah meja makan penuhaneka hidangan yang lezat-lezat yang dipersiapkan buat mereka yang berpuasa di bulan Ramadlan, selain kebaikan amal perbuatannya.

Oleh karena itu, hendaknya setiap orang muslim seyogyanya menyambut kehadiran bulan Ramadlan dengan suka cita, memul yakannya dengan tidak melakukan perbuatan munkar, meningkatkan amal ibadahnya, taat melaksanakan shalat, banyak membaca tasbih, berdzikir dan bacaan Al-Quran.

Demikian di antara pahala di bulan Ramadlan, dimana orang yang beribadah dilipat gandakan pahalanya, orang yang bertaubat diampuni dosa-dosanya, sedangkan orang yang menghormati bulan Ramadlan diberi rahmat dalam kehi dupannya. Karena itu rugi besar bila Ramadlan tidak dimanfaatkan untuk beribadah dan bertaubat kepada Allah.

 Ahli Jum’ah yang dirahmati Allah !

Disaat kaum muslimin merasa diuntungkan dengan datangnya bulan Ramadlan, dimana Allah menjanjikan pahala berlipat ganda bagi siapa saja yang melakukan amal kebaikan, adakah di antara mereka yang mengalami kerugian?…..Siapa orang yang rugi selama bulan Ramadhan?.

Jawabannya, tentu saja ada !. Orang-orang yang rugi selama bulan Ramadhan adalah adalah orang-orang yang meskipun berada pada bulan Ramadhan yang penuh berkah dan keutamaan, namun menghabiskan harinya dengan dosa dan mengabaikan kewajibannya, sehingga ia tidak memperoleh ampunan. Ada hadits yang berbunyi : “Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak memperoleh bagian apapun dari puasanya kecuali lapar. Banyak orang yang bangun malam, tetapi tidak memperoleh apapun dari bangun malamnya kecuali berjaga”.

Berkenaan dengan hadits tersebut di atas, para ulama telah mengemukakan tiga penafsiran yang berbeda :

Pertama; hadits ini agaknya menyatakan tentang orang-orang yang berpuasa pada siang hari, kemudian berbuka dengan makanan yang haram, maka semua pahala puasanya hilang, karena memakan barang haram itu lebih besar dosanya, sehingga tidak ada yang diperolehnya kecuali lapar.

Kedua; makna hadits tersebut di atas boleh jadi menyatakan tentang orang-orang yang berpuasa dengan semestinya, namun dalam berpuasa mereka terlibat dalam memfitnah atau menggunjing orang lain.

Ketiga; orang yang disebutkan dalam hadits tersebut boleh jadi seseorang yang berpuasa, namun tidak menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan dosa.

 Ahli Jum’ah yang dimulyakan Allah !……..

Demikianlah uraian singkat kami dalam khutbah ini, mudah-muahan kita bisa mengambil manfa’at dan faedahnya sebagai tambahan pengetahuan dalam menjalankan puasa Ramadlan ini agar kita bisa beribadah puasa dengan khusyu’ dan ikhlas demi meraih ridla Allah. Amiin.

      بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْءَانِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

 

     الخطبة الثانية:

     الْحَمْدُ ِللهِ الْبَرِّ الرَّؤُوْفِ الْجَوَّادِ الَّذِى جَلَّتْ نِعَمَهُ عَنْ اْلإِحْصَاءِ بِاْلأَعْدَادِ الْمَانِّ بِاللُّطْفِ وَاْلإِرْشَادِ الْهَادِى إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلـٰهَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ الْغَفَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُخْتَارُ وَأُصَلِّى وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدِنِ الْمُنَوَّرِ وَعَلَى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ اْلأَطْهَارِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَاكُمْ عَنْهُ وَحَذَرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ يَوْمَ الْمَحْشَرِ. اللّٰهُمَّ ارْضَ عَنْ جَمِيْعِ الصَّحَابَةِ وَالْقَرَابَةِ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُصُوْصًا لِسَيِّدِنَا أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِىٍّ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمْ أَجْمَعِيْنَ أَمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِى قُلُوْبِهُمُ اْلإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَأَوْزِعُهُمْ أَنْ يُوْفُوْا عَلَى عَهْدِكَ الَّذِى عَاهَدْتَ إِلَيْهِمْ، وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنْ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

     عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.