Archive | Seputar Al Qur’an

Keutamaan Membaca Al Qur’an

Posted on 20 July 2012 by admin

 بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT telah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ  لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ [الفاطر :29-30]

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.[1] Dan apa yang Telah kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al-Quran) Itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha mengetahui lagi Maha melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya”. (QS. Al-Fatir : 29-30). Continue Reading

Print Friendly

Comments (0)

Keutamaan Membaca Alquran

Posted on 17 August 2011 by mus

بِسم الله الرَّحْمَن الرَّحِيم

     القرآن الكريم إيكو كتاب سوجي سيغ موليا. سفا واهي ووغي سيع كلم مجا طؤ – سنجان أورا فهم كارفي – بكال دي فاريغي كانجاران دينيغ الله سبحانه وتعالى. سأ حرف سيغ دي واجا بكال دي فاريغي سيجي سامفي سفولوه كبائيكان. {الم} إيكو أورا سيجي حرف، تافى ألف إيكو حرف، لام إيكو حرف، ميم إيكو حرف. سفا واهي سيغ مجا {الم} طؤ بكال دي فاريغي تلو سامفي تلوغ فولوه كبائيكان دينيغ ألله سبحانه وتعالى[1]. Continue Reading
Print Friendly

Comments (0)

Kontekstualisasi Al-Qur’an

Posted on 15 July 2011 by mus

KONTEKSTUALISASI AL-QUR’AN
Oleh: DR. KHMA. Sahal Mahfudz
AL-QUR’AN yang telah diwahyukan dan diturunkan Allah Swt kepada RasulNya yang terakhir, ayat demi ayat selarna 23 tahun, mempunyai beberapa ciri yang membedakannya dengan kitab-kitab samawiyah lain sebelumnya. Ciri-ciri itu antara lain al-Mu’jiz, artinya mempunyai kekuatan melemahkan. Dari segi nilai sastra dan gramatikanya yang tinggi, sastrawan mana pun tidak mampu menandinginya, meski pada waktu itu banyak yang mencoba membuat al-Qur’an buatan. Ciri lain ialah, membaca al-Qur’an saja tanpa memahami arti dan maknanya, dihitung sebagai ibadah.  Continue Reading
Print Friendly

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here