(08) Sucikan Diri Raih Hidayah

Posted on 16 June 2013 by admin

    الخطبة الأولى:

     الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِْى أَمَرَنَابِمُعَاشَرَةِ اْلأَخْيَارِ، وَنَهَانَاعَنْ مُخَالَطَةِ اْلأَشْرَارِ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلـٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّـٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

     أَمَّابَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ وَإِيَّاىَ بِتَقْوَى الله ُفَقَدْ فَازَمَنِ اتَّقَى وَخَابَ مَنْ طَغَى. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، إِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ اُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ.

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah !

Bulan Rajab kemarin baru saja kita tinggalkan. Masih terbayang jelas dipelupuk mata kita, amaliah apa saja yang kita lakukan dibulan kemarin, baik amal yang baik maupun amal yang jelek. Kini setelah kita memasuki bulan sya’ban, Marilah kita selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah dimana pun kita berada. Dengan meninggalan apa yang dilarangNya dan melaksanakan apa yang diperintahkanNya. Sebab ketaqwaan itu dapat mendorong seseorang untuk sema kin bertaqarrub kepada Allah, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua laranganNya.

 

 

Ahli Jum’ah yang dimuliakan Allah !

Ad-Dailami meriwayatkan dengan sanadnya dari Abi Umamah dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda : “Lima malam, padanya do’a tidak akan ditolak, yaitu malam pertama dari bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jum’at, dan dua malam dari dua hari raya (hari Raya Adha dan hari Raya Fitri)”.

Dan juga dikatakan bahwa di antara 12 bulan Hijriah terdapat 4 bulan yang di sebut sebagai bulan-bulan haram atau bulan yang dimuliakan. Salah satu di antaranya adalah bulan Sya’ban. Bulan ini dinamakan dengan Sya’ban karena bulan ini memiliki beberapa cabang kebaikan yang sangat banyak. Sya’ban diambil dari kata Asy-Syi’bi, yang berarti thariiqul jabali (jalan gunung atau jalan yang menanjak naik), yaitu jalan kebaikan.

Diriwayatkan dari Abi Ummah Al-Bahili ra., ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

إِذَا دَخَلَ شَعْبَانُ فَطَهِّرُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَحْسِنُوْا نِيَّتَكُمْ فِيْهِ

“Apabila bulan Sya’ban telah masuk (datang), maka sucikanlah jiwa anda dan perbaikilah niatanda dalam bulan itu”.

Mengapa Rasulullah SAW bersabda demikian, karena di dalam bulan sya’ban banyak keutamaan bagi orang yang mau memanfaatkannya untuk beribadah kepada Allah. Apalagi ibadah yang dilakukan pada pertengahan Sya’ban (nisfu Sya’ban), maka pahala yang diperolehnya berlipat ganda.

Rasulullah SAW pernah berpesan dan memberitahu kepada Aisyah tentang keutamaan Nishfu Sya’ban. Karena Sya’ban termasuk bulan baik untuk meningkatkan amal ibadah kepada Allah. Sebagaimana yang beliau contohkan sendiri di hadapan Aisyah mengenai ketekunannya beribadah di malam tersebut.

Rasulullah SAW bersabda : “Keutamaaan bulan Sya’ban atas bulan-bulan yang lain, adalah sebagaimana keutamaanku atas para Nabi. Sedangkan keutamaan bulan Ramadlan atas bulan-bulan yang lain seperti keutamaan Allah atas seluruh hamba-hambaNya. Sebagaimana Allah memfirmankan; “Dan Allah memilih, dan sekalian tidak ada pilihan bagi mereka”.

Karena Rasulullah SAW sendiri berpuasa pada bulan sya’ban seluruihnya, dan mensabdakan : “Allah mengangkat amal hamba-hambaNya seluruhnya pada bulan ini”.

Dalam sabda beliau yang lain : “Tahukah kalian kenapa (bulan ini) dinamakan Sya’ban?”. Para shahabat menjawab : “Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu”. Lalu beliau bersabda : “Karena bulan ini kebaikan akan bercabang banyak”.

Abu Hurairah ra meriwayatkan; Rasulullah SAW pernah bersabda : ”Jibril pada malam pertengahan bulan Sya’ban datang kepadaku, lalu mengatakan : ”Hai Muhammad, malam ini dibukakan pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat. Maka bangkitlah kamu, shalat danangkatlah kepalamu dan kedua tanganmu ke langit”.

Aku lantas bertanya : ”Hai Jibril, malam apakah ini?”.

Jibril menjawab : ”Pada malam ini dibukukan 300 rahmat, lalu Allah akan mengampuni semua orang yang tidak mensekutukan sesuatu dengan Allah, selain tukang sihir, atau juru ramal, atau pendendam, atau peminum khamer, atau orang yang terus menerus berzina, atau pemakan riba, atau orang yang durhaka terhadap ibu bapak, atau pengadu domba, atau pemutus silaturrahmi. Sesungguhnya mereka itu tidak mendapat ampunan, kecuali mereka mau bertaubat dan mening galkan (kelakuannya).

Maka keluarlah Nabi Muhammad SAW lalu shalat dan menangis dalam sujudnya, seraya berkata : “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaanMu dan kemurkaanMu, dan aku tiadak dapat menghitung pujian kepadaMu, seperti Engkau memuji kepada DzatMu sendiri, dan bagi Mu-lah segala puji sehingga Engkau ridla”. 

 

Ahli Jum’ah yang berbahagia !

Kita harus berbahagia karena kita saat ini telah memasuki bulan Sya’ban ini, bulan yang bersejarah, yang mungkin dilupakan oleh segenap kaum Muslimin.

Oleh sebab itu marilah kita selalu mensyukuri nikmat Allah, sebab dengan kenikmatan dari Allah-lah kita masih dapat memasuki bulan Sya’ban kembali.

Ada beberapa julukan yang dipakai untuk menyebut malam Nishfu Sya’ban. Sebutan ini diberikan untuk menyesuaikan fungsi dan manfaat malam nishfu Sya’ban bagi orang mau memanfaatkannya. di antaranya adalah :

a).   Nishfu Sya’ban Malam Hari Raya Malaikat

Telah dikatakan, bahwa sesungguhnya malaikat-malaikat di langit memiliki dua buah malam hari raya. Sebagaimana orang-orang Islam di bumi juga memiliki dua buah malam hari raya. Lalu hari raya malaikat adalah malam Bara’ah yaitu malam Nishfu Sya’ban dan malam Lailatul Qadar. Sedangkan hari raya orang-orang mukmin adalah hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Karena itulah, maka malam Nishfu Sya’ban disebut sebagai malam hari raya malaikat.

b).   Nishfu Sya’ban Tempat Menghapus Dosa

As-Subki menjelaskan dalam kitab Tafsirnya : “Sesungguhnya malam Nishfu Sya’ban akan menghapus dosa setahun. Sedangkan malam Jum’at akan menghapus dosa seminggu, dan malam Lailatul Qadar menghapus dosa seumur hidup. Yakni, menghidupkan malam-malam ini (dengan memperbanyak ibadah) menjadi sebab dihapusnya dosa”. Malam nisfu Sya’ban juga disebut sebagai malam-malam kehidupan, karena adanya riwayat dari Al-Munzdiri secara marfu’ : “Barangsiapa yang menghidupkan dua malam Hari Raya dan malam Nisfu Sya’ban, maka hatinya tidak akan mati pada saat hati-hati dalam kondisi mati”.

c).   Nishfu Sya’ban Malam Syafa’at

Malam Nisfu Sya’ban disebut sebagai malam syafa’at karena Nabi SAW memohon syafa’at kepada Allah SAW pada malam ketiga belas bagi umatnya, lalu Allah memberinya sepertiga. Beliau memohon syafa’at kepada-Nya pada malam ke empat belas, lalu Allah memberinya dua pertiga dan beliau memohon syafa’at bagi umatnya pada malam kelima belas, lalu Allah memberi seluruhnya, kecuali orang yang lari melepaskan diri dari Allah seperti larinya unta. Yakni, lari-lari menjauh dari Allah dengan mengabdikan pada perbuatan durhaka.

d).   Nishfu Sya’ban Malam Maghfirah

Malam Nisfu Sya’ban juga disebut sebagai malam maghfirah, yaitu malam yang penuh pengampunan. Karena Imam Ahmad meriwayatkan, sesungguhnya Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya Allah melihat kepada hamba-hambaNya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu Ia mengampuni kepada penghuni bumi, kecuali dua orang laki-laki, yaitu orang musyrik dan orang-orang pendendam”.

e).   Nishfu Sya’ban Malam Penundaan Ajal

Malam Nisfu Sya’ban juga disebut sebagai malam pembagian dan penentuan, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Atha’ bin Yasar : “Ketika malam Nishfu Sya’ban, malaikat maut menghapus (mengundur) setiap orang yang akan mati dari satu Sya’ban ke Sya’ban berikutnya. Sementara seorang hamba pada saat itu menanam tanaman, melangsungkan pernikahan, dan melakukan hubungan suami istri, membangun bangunan. Padahal namanya telah disalin dalam daftar orang-orang mati. Dan Malaikat maut tidaklah menunggu padanya, kecuali bila ia diperintah, maka barulah ia mencabut ruhnya”.

Maksud dari riwayat tersebut adalah pada setiap malam Nishfu Sya’ban Allah mengutus para malaikat untuk menunda ajal seseorang, dalam artian memanjangkan umur bagi mereka. Untuk itu kita harus memanfaatkan malam Nishfu Sya’ban itu dengan sebaik-baiknya dengan berbagai amalan-amalan shalih maupun ibadah agar kita mendapat kebaikan di malam yang penuh berkah itu.

 

Ahli Jum’ah yang dirahmati Allah !

Demikianlah yang bisa kami sampaikan pada khutbah Jum’ah ini, mudah-mu dahan kita bisa mengambil hikmah dan manfaatnya, untuk meningkatkan amal ibadah kita di bulan Sya’ban sebagai bekal perjalanan kita di akhirat nanti. Mu dah-mudahan kita menjadi orang yang meruntung karena memperoleh hidayah, inayah dan ridla dari Allah Ta’ala. Amiin Ya Rabbal Alamiin.

 

     بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْءَانِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

 

     الخطبة الثانية:

     الْحَمْدُ ِللهِ الْبَرِّ الرَّؤُوْفِ الْجَوَّادِ الَّذِى جَلَّتْ نِعَمَهُ عَنْ اْلإِحْصَاءِ بِاْلأَعْدَادِ الْمَانِّ بِاللُّطْفِ وَاْلإِرْشَادِ الْهَادِى إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلـٰهَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ الْغَفَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُخْتَارُ وَأُصَلِّى وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدِنِ الْمُنَوَّرِ وَعَلَى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ اْلأَطْهَارِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَاكُمْ عَنْهُ وَحَذَرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ يَوْمَ الْمَحْشَرِ. اللّٰهُمَّ ارْضَ عَنْ جَمِيْعِ الصَّحَابَةِ وَالْقَرَابَةِ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُصُوْصًا لِسَيِّدِنَا أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِىٍّ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمْ أَجْمَعِيْنَ أَمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِى قُلُوْبِهُمُ اْلإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَأَوْزِعُهُمْ أَنْ يُوْفُوْا عَلَى عَهْدِكَ الَّذِى عَاهَدْتَ إِلَيْهِمْ، وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنْ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

     عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Print Friendly

Leave a Reply

*
Advertise Here
Advertise Here