Air Mustakmal Itu Yang Bagaimana Sih?

Posisi air dalam Islam sangat vital. Karena tanpa air, umat Islam tidak bisa menjalankan ibadah utama shalat. Sebab salah satu syarat bisa menjalankan ibadah shalat adalah harus suci dari hadast, dan untuk bisa suci dari hadast harus berwudlu dengan menggunakan air.

Memang ada pengecualian, jika umat Islam tidak bisa menggunakan air, baik karena tidak ada air, karena lebih dibutuhkan untuk konsumsi (minum), atau karena takut ada bahaya jika menggunakan air, maka boleh bersuci dari hadast dengan menggunakan debu, yaitu dengan tayamum. Namun, penggunaan debu untuk bersuci ini, karena itu adalah dalam kondisi darurat.

Nah, selanjutnya air yang bagaimana yang bisa digunakan untuk bersuci (berwudlu atau mandi). Air yang bisa digunakan untuk bersuci adalah air yang suci dan bisa mensucikan. Dalam fikih disebut dengan air mutlak, yaitu air yang tidak dibatasi oleh sandaran nama tertentu. Misalnya air sumur adalah air mutlak. Air sumur ini akan selallu mengikuti wadah dimana berada. Jika ditaruh di gelas, akan jadi air gelas. Jika ditaruh di botol akan jadi air botol, dan seterusnya. Mutlak tidak dibatasi oleh nama tertentu. Beda dengan air kopi. Ditaruh dimanapun akan tetap menjadi air kopi. Ditaruh di gelas, di botol, di kolam renang, akan tetap disebut air kopi. Air kopi berarti bukan air mutlak.

Lalu kopi itu termasuk air apa dong? Air kopi adalah air mutaghoyyir bi mukholithin. Air yang berubah karena ada benda yang mencampuri, dan cara mencampurinya tidak bisa dipisahkan (ikhtilath), sehingga mengubah kemutlakan nama air. Coba pisahkan minuman kopi antara air dengan kopi-nya. Bisa nggak? Tidak bisa. Itu artinya air yang dicampur dengan kopi itu menjadi air yang berubah karena ada yang mencampuri. Air mutaghoyyir ini suci. Bisa diminum, tetapi tidak bisa dibuat untuk bersuci.

Lah kalau air mustakmal itu yang kayak bagaimana? Air mustakmal itu adalah air yang telah digunakan untuk bersuci dalam basuhan atau usapan fardlu (wajib). Apa maksudnya dengan basuhan dan usapan fardlu? Saat kita berwudlu dengan membasuh wajah, tangan dan kaki, serta mengusap kepala atau rambut, disunnahkan bagi kita untuk membasuh atau mengusap sebanyak tiga kali. Basuhan atau usapan yang wajib (fardlu) adalah yang pertama. Sementara yang kedua dan ketiga adalah sunnah. Nah, yang bikin air wudlu menjadi mustakmal itu adalah air yang digunakan untuk basuhan atau usapan yang pertama (yang wajib/fardlu). Sedangkan untuk yang kedua dan ketiga tidak menjadi mustakmal.

(Dinukil dan diurai dari Kitab Fathul Wahab, Syech Abu Yahya Zakariyah Al Anshori)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.