BAB I: ‘Ubudiyah, (06) Adzan Shubuh Dua Kali

BMPCNU_2002-2012_Sampul

6.   Adzan Shubuh Dua Kali

Deskripsi Masalah[1]

Mengapa kok tidak berlaku adzan shubuh dua kali (sebelum waktu shubuh), padahal zaman Rasulullah SAW, dan di Masjidil Haram dan Nabawi dilakukan. Di Indonesia malah justru LDII yang melakukan. (MWC Bandar Kedung Mulyo)

Pertanyaan:

Apakah tidak seyogyanya NU menginstruksikan kepada seluruh warga NU?

Jawaban  :

Ya, seyogyanya NU menginstruksikan kepada seluruh warga NU untuk melakukan adzan subuh dua kali supaya kesunahannya tidak diklaim oleh ahli bid’ah.

Keterangan Dari Kitab : 

a). Hasyiah I’anah At-Tholibin[2]

وَيُسَنُّ أَذَانَانِ لِصُبْحٍ وَاحِدٌ قبل الْفَجْرِ وَآخَرُ بَعْدَهُ

Artinya : Disunahkan dua adzan untuk shalat shubuh, pertama sebelum fajar  dan kedua setelah fajar.

b). Asna Al-Matholib[3], 

وَيُسْتَحَبُّ لَهُ أَيْ لِلصُّبْحِ أَذَانَانِ وَلَوْ مِنْ مُؤَذِّنٍ وَاحِدٍ أَذَانٌ قَبْلَ الْفَجْرِ وَآخَرُ بَعْدَهُ لِلْخَبَرِ السَّابِقِ

Artinya :Disunahkan dua adzan untuk shalat subuh, meskipun dilakukan seorang muadzin, pertama adzan sebelum fajar dan yang satunya setelah fajar karena adanya hadits yang telah lewat.



[1] Ahad, 28 Robi’ul Awal 1431 H / 14 Maret 2010 M

[2]al-Dimyathi, I’anatuth……, Juz:I, hal :269  

[3]Zakariyya al-Anshari, Asna al-Mathalib, Juz:II, (Kaero: Dar al-Kutub al-Islam, tth.), hal: 279.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.