BAB II: Aspek Sosial, (04) Nikah Sirri Bagi Wanita Yang Tidak Mempunyai Wali Nasab

BMPCNU_2002-2012_Sampul

04.Menikah Sirri (Nikah Tanpa Pencatatan di KUA) Bagi Wanita yang Tidak Mempunyai Wali Nasab

Deskripsi Masalah

Ada seorang perempuan hendak menikah, sedang dia tidak punya wali nasab sama sekali, sedangkan pernikahannya adalah siri (belum resmi pemerintah).

Pertanyaan :

a.    Bolehkah seorang kiai bertindak sebagai wali hakim dalam akad nikah tersebut ?

Jawaban :

Diperbolehkan

Keterangan dari kitab:

Bughyah Al mustarsyidin[1]:

(مَسْأَلَةُ ي) غَابَ وَلِيُّهَا مَرْحَلَتَيْنِ وَلَمْ يَكُنْ ثَمَّ قَاضٍ صَحِيْحُ الْوِلَايَةِ بِأَنْ يَكُوْنَ عَدْلاً فَقِيْهاً أَوْ وَلَّاهُ ذُوْ شَوْكَةٍ مَعَ عِلْمِهِ بِحَالِهِ بِمَسَافَةِ الْقَصْرِ حَكَّمَتْ هِيَ وَالزَّوْجُ عَدْلاً يَقُوْلُ كُلٌّ مِنْهُمَا  حَكَّمْتُكَ تُزَوِّجُنِيْ مِنْ فُلَانَةٍ أَوْ فُلَانٍ وَلَا بُدَّ مِنْ قَبُوْلِ الْمُحَكَّمِ عَلَى الْمُعْتَمَدِ ثُمَّ تَأْذَنُ لَهُ فِيْ تَزْوِيْجِهَا وَيَجُوْزُ تَحْكِيْمُ الْفَقِيْهِ الْعَدْلِ وَلَوْ مَعَ وُجُوْدِ الْقَاضِي كَغَيْرِ الْفَقِيْهِ مَعَ عَدَمِهِ بِمَحَلِّ الْمَرْأَةِ وَلَوْ مَعَ وُجُوْدِ فَقِيْهٍ.

 

Artinya : Seandainya wali dari seorang perempuan pergi dengan jarak dua marhalah, sedangkan ditempat itu tidak ada seorang Qadi yang pantas untuk menjadi wali, maka perempuan dan calon dari suaminya boleh meminta seorang yang Adil untuk menjadi wali hakim dalam pernikahanya, dengan ucapan dari salah satu keduanya (perempuan atau calon suaminya) : Saya meminta engkau menjadi wali hakim, nikahkanlah saya dengan mas fulan.



[1] Ba’alawi, Bughyah …., hal:  434

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.