BAB IV: Perekonomian, (02) Hadiah Promosi Barang Dagangan

BMPCNU_2002-2012_Sampul

02. Hadiah Promosi Barang Dagangan

Deskripsi Masalah  

Banyak kita jumpai perusahaan-perusahaan yang mengadakan promosi untuk memikat banyak minat pembeli, promosi tersebut antara lain dengan memberi hadiah kepada para pembeli, yang ada kalanya melalui undian dan ada yang langsung ditulis di dalam sebagian bungkus dagangannya, dengan demikian bagi yang beruntung langsung mengambil hadiahnya.

Pertanyaan :

a.    Bagaimana hukumnya membeli barang-barang dagangan tersebut, baik karena tergiur hadiahnya atau tidak? (NU Ranting Keras Diwek).

Jawaban :

Ditafshil :

1).Apabila pembelian barang tersebut karena tergiur hadiah yang dijanjikan melalui sebuah  undian, maka hukumnya boleh dan sah dengan catatan :

üHadiah tersebut tidak mempengaruhi harga standar.

üKonsumen tetap mau membeli seandainya tahu tidak akan mendapat hadiah.

2).Apabila pembelian barang tersebut karena tergiur hadiah yang bisa didapatkan secara langsung maka hukumnya sah dan boleh secara muthlaq.

Keterangan dari kitab:

Ahkamul Fuqaha[1]:

مَا حُكْمُ الْهَدِيَّةِ لِتَرْوِيْجِ الْبَضاَئِعِ بِالْقُرْعَةِ كَأَنْ أُخْفِيَ فِىْ ظُرُوْفِ الْقَهْوَةِ وَرَقَةٌ مَكْتُوْبَةٌ بِنَمْرَةٍ أَوْ بِاسْمِ الْهَدِيَّةِ وَلاَ تُوْجَدُ تِلْكَ الْوَرَقَةُ فِىْ كُلِّ ظَرْفٍ أَوْ عَلَى طَرِيْقٍ أَخَرَ هَلْ هُوَ جاَئِزٌ أَمْ لاَ ؟ أَنَّ بَيْعَهُ صَحِيْحٌ عِنْدَ اُسْتُوْفِىَ شُرُوْطُهُ اللَّازِمَةُ وَ تَحِلُّ هَدِيَّتُهُ كَمَا فِىْ كُتُبِ الْفُقَهاَءِ لِعَدَمِ الغَنَمِ وَ الْغَرْمِ فِيْهِ فَلَيْسَ مِنَ الْقِمَارِ الْمُحَرَّمَةِ

Artinya :pertanyaan :Apa hukum dari sebuah hadiah yang dibuat agar barang dagangan cepat laku, seperti sebuah kertas bertuliskan nomor hadiah atau bentuk hadiah yang ditaruh dalam salah satu  bungkus kop yang dijual, Apakah diperbolehkan ? Jawaban :Hukum jual belinya dianggap sah selama memenuhi syarat, dan hadiahnya dihukumi halal karena tidak adanya unsur saling merugikan, maka bukan termasuk judi yang diharamkan.

b.   Bagaimana hukumnya mengikuti undian berhadiah tersebut?

Jawaban :

Diperbolehkan

Keterangan dari kitab:  : (Ahkamul Fuqaha), sama dengan poin a.



[1]PB NU,  Ahkamul Fuqaha, (Jakarta: Lajnah Ta’lif Wa al-Nasyr, cet:1, 2010), hal:  86

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.