BAB IV: Perekonomian, (04) Nutrisi

BMPCNU_2002-2012_Sampul

04.Nutrisi[1]

Deskripsi Masalah :

Pakar nutrisi dan makanan ternak Kurnia Kamil (pengajar/dosen) di laboratorium Fisiologi dan Biokimia IPB menginformasikan kepada khalayak umum (terutama umat Islam) bahwa darah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan ternak yaitu dengan jalan dikeringkan sehingga biasa disebut tepung darah. Namun di satu sisi fiqih kita mengatakan, bahwa darah termasuk benda najis.

 

Pertanyaan :

Bagaimana hukum memperjualbelikan (membisniskan) tepung darah tersebut?

Jawaban :

Haram, sebab termasuk dalam kategori menjual barang najis.

Keterangan dari kitab:

I’anatuth Tholibin[2]:

فَلاَيَصِحُّ بَيْعُ نَجْسٍ الخ وَذَلِكَ لأَنَّهُ : نَهَى عَنْ ثَمَنِ اْلكَلْبِ, وَقَالَ : إِنَّ اللهَ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيْرِ رَوَاهُمَا الشَّيْخَانِ. وَالْمَعْنَى فِي الْمَذْكُوْرَاتِ : نَجَاسَةُ عَيْنِهَا, فَأُلْحِقَ بِهَا بَاقِي نَجَسِ اْلعَيْنِ – وَكَمَا لاَيَصِحُّ جَعْلُ النَّجِسِ مَبِيْعًا : لاَيَصِحُّ أَيْضًا جَعْلُهُ ثَمَنًا – إِذِ الطُّهْرُ شَرْطُ لِلْمَعْقُوْدِ عَلَيْهِ مُطْلَقًا – ثَمَنًا كَانَ اَوْمُثَمّنًا – وَمِثْلُهُ يُقَالُ فِي بَقِيَّةِ الشُّرُوْطِ وَإِنْ كَانَ الشَّارِحُ يَقْتَصِرُ فِي الْمَفْهُوْمِ عَلَى الْمُثَمَّنِ كَانَ حَقُّهُ عَنْ يُعَمَّمُ.

Artinya: “Tidak sah menjual benda najis. Hal itu karena Nabi melarang (memakan) harga jual anjing. Beliau berkata: sesungguhnya Allah SWT mengharamkan jual beli arak (minuman keras), bangkai, dan babi. (H.R. Bukhari Muslim).

Artinya bahwa  semua itu (yang tertera di atas) najis ainnya, sehingga  najis-najis ain lainnya bisa disamakan dengannya. Sebagaimana tidak sah  menjadikan  benda najis sebagai benda yang dijual, tidak sah pula menjadikannya sebagai harga. Karena kriteria suci sebagai syarat  bagi benda yang dijadikan obyek transaksi secara mutlak yang seperti itu bisa dikatakan  di dalam syarat-syarat yang lain. Meskipun syarih (pensarah) membatasi pada mutsamman secara mafhumnya, justru pada hakikatnya umum”.



[1]Pertanyaan Bahtsul Masail PCNU Jombang ke-IV, tanggal 07 Maret 2004 di Masjid PP Darus Salam Tegalsari Mojowarno Jombang

[2]al-Dimyathi, I’anatuth ……., Juz:III, hal : 3 .

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.