BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (01) Penanggalan Kalender Hijriyah

01 .  Penanggalan Kalender Hijriyah [1]

Deskripsi Masalah :

Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah pada bulan Rabi’ul Awal, 13 tahun setelah beliau diutus, namun permulaan tahun baru hijriyah dimulai pada bulan Muharram.

Pertanyaan :

Sejak kapan tahun hijriah tersebut dimulai? Dan siapa yang pertama memulai?

Jawaban :

Sejak tahun 16 Hijriah dan yang memulai pertama adalah Umar bin Khattab berdasarkan musyawarah dengan Ali bin Abi Thalib dan sahabat-sahabat yang lain.

Keterangan dari kitab

al-Mausu’ah 1000 Hadats Islami [2]:

عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ الله عَنْهُ وَبِدَايَةُ التَّارِيْخِ الْهِجْرِيِّ (16 هـ \ 636 م) كَانَ مِنْ ضِمْنِ أَهَمِّ اْلأَعْمَالِ الَّتِي قَامَ بِهَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ الله عَنْهُ وَضْعُ التَّارِيْخِ الْهِجْرِيّ الَّذِي يُعْتَمَدُ عَلَيْهِ فِي كَافَّةِ أَنْحَاءِ اْلعَالَمِ اْلاِسْلاَمِي حَتَّى يَوْمِنَا هَذَا وَقَدْ تَمَّ ذَلِكَ فِي رَبِيْعِ اْلأَوَّلِ مِنْ عَامِ 16 لِلْهِجْرَةِ اِعْتِمَادًا عَلَى مَشُوْرَة عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبِ رَضِيَ الله عَنْهُ وَقَدْ اِنْبَثَقَتْ فِكْرَةُ التَّارِيْخِ فِكْرَة التَّارِيْخِ الاِسْلاَمِي فِي عَقْلِ عُمَرَ عَنْهُ فَجَمع النَّاس وَقَالَ لَهُمْ مِنْ أَيِّ يَوْمٍ نَكْتُبُ ؟ وَكَانَ عَلَي حَاضِرًا فَقَالَ : مِنْ يَوْمِ هَاجَرَ الرَّسُوْلُ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم اَرْضَ التركِ (يَقْصِدُ مَكَّةَ وَاْلكُفَّارَ فِيْهَا قَبْلَ فَتْحِهَا) فَأَخَذَ عُمَرُ بِرَأْيِهِ

Artinya:“Umar bin al-Khattab r.a. dan awal penanggalan hijriyah (16 H/636 M). Di antara karya-karya terpenting yang dilakukan Umar bin al-Khattab adalah penetapan penanggalan hijriyah yang digunakan di seluruh penjuru dunia Islam hingga sekarang.

Hal itu dilakukan pada bulan Robi’ul Awal 16 Hijriah berdasarkan saran dari Ali bin Abi Thalib r.a. Ide pembuatan penanggalan Islam telah muncul dalam pikiran Umar lalu ia mengumpulkan orang-orang dan bertanya kepada mereka dari hari apa  kita menetapkannya? Ali yang hadir di situ menjawab, sejak hari Rasululloh SAW. berhijrah dan meninggalkan tanah kaum musyrik”.



[1]Pertanyaan Bahtsul Masail PCNU Jombang ke-I, tanggal 30 Maret 2003 di Masjid Kauman Utara Jombang

[2]al-Mausu’ah 1000 Hadats Islami: 21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*