BAB VIII: ASPEK KEKINIAN, (02) Kuis SMS

BMPCNU_2002-2012_Sampul

02.  Kuis SMS [1]

Deskripsi Masalah :

Akhir-akhir ini sangat marak sekali kita temui kuis lewat media sms (short message service) yang diadakan oleh stasiun televisi Indonesia. Mereka (stasiun TV) menjanjikan berbagai macam hadiah yang membuat orang tertarik untuk mengikuti kuis itu. Satu sisi, mereka sangat diuntungkan dengan kuis tersebut. Karena tarif sms yang mereka tetapkan untuk mengikuti kuis adalah Rp. 2.000,00 atau bahkan lebih untuk sekali kirim. Padahal, tarif normal untuk  sms adalah Rp. 350,00 / sekali kirim. Dari selisih tersebut jelas mereka sangat diuntungkan. Di sisi  lain, sangat banyak orang yang berharap keberuntungan bisa mendapatkan hadiah dengan memenangkan kuis tersebut. Dan yang jelas, para pengikut kuis tersebut telah mentasharufkan pulsanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Pertanyaan :

1).Apakah kuis lewat sms bisa dihukumi sama dengan judi, togel atau praktek maisir/judi lainnya?

2).Bagaimana hukumnya mengadakan dan mengikuti kuis lewat media sms semacam itu?

Jawaban :

1).Bisa dihukumi judi, mengingat dalam kuis terkandung unsur-unsur yang terkandung dalam praktek maisir, di antaranya :

a)    Terdapat pihak yang diuntungkan dan dirugikan

b)   Terkandung sebuah harapan yang masih semu (majhul)

c)    Pengguna SMS tidak sekedar menggunakan SMS akan tetapi  lebih cenderung mendapatkan hadiah

2).Hukum mengadakan dan mengikuti kuis SMS lewat media massa  tidak diperbolehkan

Keterangan dari kitab :

Bujairomi ‘ala Fathul Wahhab[2]:

(قوله وَالْمَيْسِرُ) هُوَ اْلقِمَارُ وَهُوَ مَا يَكُوْنُ فِعْلُهُ مُتَرَدِّدًا بَيْنَ أَنْ يَغْنَمَ وَأَنْ يَغْرَمَ صَغِيْرَةً إِنْ لَمْ يُؤْخَذْ مَالٌ وَإِلاَّ فَكَبِيْرَةٌ.

Artinya: “Al-Maisir adalah judi, yaitu suatu pekerjaan yang bersifat spekulatif antara untung dan rugi. Judi ini dosa kecil jika tidak berupa uang, jika tidak, termasuk dosa besar”.



[1]Pertanyaan Bahtsul Masail PCNU Jombang ke-VII, tanggal 04 Desember 2005 di Masjid Jami’ al-Khoir Megaluh Jombang

[2]Sulaiman al-Bujairami, Bujairomi ‘ala Fathul Wahhab, Juz: IV, (Beirut: Maktabah Dar al-Kutub al-‘Ilmi, 2005), hal: 377

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*