Bahtsul Masail Ke III: (02) Konvoi Kendaraan Dengan Knalpot Brong

  Deskripsi Masalah

     Menjelang momentum tertentu, baik itu dalam rangka kampanye politik (pengerahan massa), perayaan kelulusan sekolah atau perayaan malam takbir hari raya Idul Fitri banyak sekali yang melibatkan kaum muda dengan konvoi kendaraan dengan knalpot yang sengaja dibuka peredamnya (knalpot brong) sehingga suara knalpot tersebut disamping memang menarik perhatian ternyata juga cukup mengganggu lingkungan karena bisingnya suara knalpot yang memekakkan telinga.

 Pertanyaan

Bolehkan konvoi kendaraan di jalan raya dengan knalpot yang sengaja dibrong tersebut dilakukan? (LBM PCNU Jombang)                                                                                             

JAWABAN;

Tidak boleh, karena ;

1.     Hal itu menyalahi undang-undang No.22 tahun 2009 Tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

2.     Menggangu orang lain.

Referensi;

بغية المسترشدين للسيد باعلوي الحضرمي (1/ 186)

وقال ش ق: وَالْحَاصِلُ أَنَّهُ تَجِبُ طَاعَةَ الْإِمَامِ فِيْمَا أَمَرَ بِهِ ظَاهِراً وَبَاطِناً مِمَّا لَيْسَ بِحَرَامٍ أَوْ مَكْرُوْهٍ، فالواجب يتأكد، والمندوب يجب، وكذا المباح إن كان فيه مصلحة

Terjemah;

“Imam Syarqowi berkata : kesimpulan wajib mentaati perintah imam secara dlohir dan bathin, kecuali perintah harom atau makruh.” 

حاشية الجمل على شرح المنهج = فتوحات الوهاب بتوضيح شرح منهج الطلاب (2/ 417)

وَفِي حَاشِيَةِ الْإِيضَاحِ لِشَيْخِنَا مَحَلُّهُ إذَا لَمْ يُشَوِّشْ عَلَى نَحْوِ قَارِئٍ أَوْ ذَاكِرٍ أَوْ مُصَلٍّ أَوْ طَائِفٍ أَوْ نَائِمٍ فَإِنْ شَوَّشَ عَلَى أَحَدٍ مِنْ هَؤُلَاءِ لَا يَرْفَعُ صَوْتَهُ أَوْ بِفَوْقِ مَا يُسْمِعُ نَفْسَهُ، حَرُمَ عَلَيْهِ إنْ كَثُرَ التَّشْوِيشُ وَإِلَّا كُرِهَ،

Terjemah ;

”dalam kitab Hasyiyatul Idloh sunah mengeraskan suara talbiyah, itu bila tidak mengganggu semisal orang yang membaca al qur’an, orang yang berdzikir, orang yang sedang sholat, orang yang thowaf, atau orang tidur. Apabila mengganggu orang-orang tersebut maka tidak disunahkan mengeraskan suara bahkan haram bila sangat mengganggu.”

قرة العين بفتاوى علماء الحرمين (ص: 238)

(ما قولكم) في شخص أراد أن ينفض حصره قباله باب داره، هل يمنع إذا ضر بالمارة. (الجواب) في الخرشي قَالَ اِبْنُ حَبِيْبٍ: وَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْفُضَ حُصُرَهُ أَوْ غَيْرَهَا عَلَى بَابِ دَارِهِ وَهُوَ يَضُرُّ غُبَارُهُ بِمَنْ يَمُرُّبِالطَّرِيْقِ يُمْنَعُ مِنْ ذَلِكَ،

Terjemah :

”Ibnu Habib berkata barang siapa yang hendak membersihkan tikar atau selainnya di depan pintu rumahnya sementara debunya mengganggu orang lewat maka ia tidak diperbolehkan hal tersebut.”

——————————————-

Hasil Bahtsul Masail

Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jomabng

Di  MWC NU Perak Jombang

Ahad, 19 Mei 2013 M / 09 Rajab 1434 H

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.