Bahtsul Masail Ke III: (06) Khitan Bagi Perempuan

1.     Deskripsi Masalah

   Beberapa warga Nahdliyin di daerah tertentu akhir-akhir ini mengalami kesulitan ketika akan mengkhitankan bayi perempuan mereka. Hal ini dikarenakan semakin jarangnya dukun bayi yang bisa mengkhitan bayi perempuan. Sementara, pihak para medis juga semakin jarang yang mau melayani pasien khitan dari unsur bayi perempuan, hal ini dikarenakan ada pertimbangan medis dari para ahlinya bahwa bayi perempuan yang dikhitan dikhawatirkan jika kelak sudah dewasa akan mengalami virgit (nafsu birahi yang rendah).

Pertanyaan

Bagaimana hukum khitan perempuan dengan mempertimbangkan kekhawatiran para medis tentang virgitas (nafsu birahi yang rendah) perempuan yang dikhitan

(LBM PCNU Jombang)

JAWABAN ;

Menurut Jumhur wajib. Sedang cara memotongnya disunahkan hanya sebagian kecil saja.

Referensi ;

المجموع شرح المهذب (1/ 300)

وَالْمَذْهَبُ الصَّحِيْحُ الْمَشْهُوْرُ الَّذِى نَصَّ)عَلَيْهِ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ وَقَطَعَ بِهِ الْجُمْهُورُ أَنَّهُ وَاجِبٌ عَلَى الرِّجَالِ وَالنِّسَاء

Terjemah :

”mahdzhab yang shohih yang masyhur dari assyafi’i ra. Dan diakui penuh oleh jumhur ulama’ (mayoritas ulama’) bahwa khitan hukumnya wajib bagi laki-laki dan perempuan.”

الموسوعة الفقهية الكويتية (19/ 28)

وَالسُّنَّةُ فِيهِ أَنْ لاَ تُقْطَعَ كُلُّهَا بَل جُزْءٌ مِنْهَا (1) /.وَذَلِكَ لِحَدِيثِ أُمِّ عَطِيَّةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهَا – أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تَخْتِنُ بِالْمَدِينَةِ فَقَال لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ تُنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ أَحْظَى لِلْمَرْأَةِ وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْل.

Terjemah :

”sunahnya tidak dipotong keseluruhan namun hanya sebagian kecil saja.”

——————————————-

Hasil Bahtsul Masail

Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jomabng

Di  MWC NU Perak Jombang

Ahad, 19 Mei 2013 M / 09 Rajab 1434 H

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.