Berkatalah Jujur Walaupun Menyakitkan

Alfathimiyyah.net

Seringkali orang beranggapan kalau berbohong demi kebaikan itu diperkenankan. Sehingga ketika dalam keadaan terdesak, seseorang lebih memilih untuk berbohong demi kebaikan atau keselamatannya. Padahal tidaklah demikian. Tidak selalu yang kita anggap baik juga dianggap baik oleh Allah.

Islam mengajarkan kejujuran tidak hanya pada waktu-waktu tertentu atau dalam keadaan tertentu. Kejujuran butuh diterapkan dalam keadaan bagaimanapun dan di manapun, karena berpedoman dengan hadis Nabi ” قل الحق ولو كان مرا” (Berkatalah jujur walaupun itu menyakitkan).

Dalam kitab وصية المصطفى dijelaskan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda kepada sayyidina Ali ra.: “Wahai Ali, berperilakulah dengan jujur, walaupun itu merugikanmu dalam waktu seketika, namun sesungguhnya kejujuran itu menguntungkanmu di waktu mendatang. Begitu pun sebaliknya. Janganlah berperilaku bohong, walaupun itu menguntungkanmu di waktu seketika, namun sesungguhnya kebohongan itu justru merugikanmu di waktu kemudian.”

Dari perkataan Rasulullah saw. tersebut sangat jelas sekali bahwa Islam sangat menekankan kejujuran. Karena kejujuran itu lebih menguntungkan daripada kebohongan, walaupun keuntungan tersebut tidak di dapatkan seketika.

Teringat salah satu kisah Syaikh Abdul Qadir Al Jailani yang saat itu beliau masih kecil. Beliau pamit kepada Ibunya untuk pergi mencari ilmu. Saat beliau berpamitan, sang Ibu memberikannya bekal sekian.. dirham dan berpesan untuk selalu berkata jujur dalam keadaan apapun dan pesan tersebut selalu diingat oleh beliau. Di tengah jalan muncullah sekelompok pembegal yang merampok harta siapapun yang lewat di situ. Hingga sampai pada giliran Syaikh Abdul Qadir, beliau ditanyai oleh salah seorang perampok, “apa yang kamu punya?” Dengan tenang beliau menjawab, “aku mempunyai uang sekian.. dirham di balik sakuku”. Akan tetapi sang perampok tersebut tidak langsung mempercayainya. Dalam hatinya berpikir bagaimana mungkin seorang anak kecil membawa uang sebanyak itu, dan ketika ditanya dia langsung menjawab serta menunjukkan letak di mana uang tersebut berada. Alasan mengapa beliau tidak berani berbohong karena teringat pesan ibunya. Tidak berhenti sampai di situ, si perampok menanyakan hal itu lagi kepada Syaikh Abdul Qadir dan beliau menjawab dengan jawaban yang sama dan dengan ekspresi yang sama tenangnya seperti saat menjawab pertanyaan sebelumnya. Pertanyaan perampok tadi diulang sampai tiga kali, dan jawaban Syaikh tetap sama. Karena tidak sabar, si perampok tadi memanggil bosnya dan menceritakan perihal yang terjadi dengan anak kecil yang ditemuinya (Syaikh Abdul Qadir). Tak lama kemudian si bos tadi menghampiri Syaikh Abdul Qadir yang saat itu memang masih kecil. Si bos menanyakan perihal yang dilaporkan oleh anak buahnya. Dan ternyata jawaban Syaikh Abdul Qadir masih tetap seperti jawaban semula, ” Saya tidak bohong, saya memang mempunyai uang sekian.. dirham yang ada di balik saku saya.” Untuk membuktikan perkataan Syaikh, si bos langsung membuka sakunya, dan ternyata uang itu memang benar-benar ada. Si bos pun penasaran dengan anak kecil (Syaikh Abdul Qadir) yang ada di hadapannya. Begitu mudahnya anak kecil itu jujur. Padahal seandainya jika dia tidak jujur pun dia bisa selamat, dan uangnya tidak akan diambil oleh para perampok itu. Akhirnya si bos langsung bertanya kepada anak kecil di depannya mengenai kejujurannya, dan jawabannya pun singkat, “karena ibuku melarangku untuk selalu berlaku jujur”. Mendengar hal itu, si bos pun tersentak dan merasa perkataan anak kecil itu sangat mengena di hatinya. Seketika itu pun si bos bertaubat dan mengajak anak buahnya yang lain untuk bertaubat pula.

Dari kisah Syaikh Abdul Qadir tadi, bisa diambil hikmah bahwa manfaat dari kejujuran memang terkadang tidak langsung didapat. Selain itu, manfaat kejujuran tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, namun kita juga bisa menebarkan manfaat itu kepada orang lain.

Semoga bermanfaat.

Disampaikan saat pengajian weton Washiyyatul Musthofa, oleh Ibu Nyai Hj. Ummu Salma Nashir (Pengasuh PPP. Al Fathimyyah).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.