Category Archives: Bahtsul Masail

BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (04) Bekas Foto Kopi Ayat Al-Qur’an di dalam Bak Sampah

04. Bekas Foto Kopi Ayat Al-Qur’an di dalam Bak Sampah

Deskripsi Masalah

Sering kita jumpai di toko-toko, khususnya toko yang melayani jasa foto kopi, terdapat lembaran-lembaran yang berisi ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi penghuni tempat sampah, bahkan tak jarang yang bercampur dengan kotoran-kotoran yang lain. Continue reading BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (04) Bekas Foto Kopi Ayat Al-Qur’an di dalam Bak Sampah

BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (03) Nadzar

03.  Nadzar [1]

Deskripsi Masalah :

Ada orang nadzar sebagai berikut : Apabila tujuan saya berhasil, maka saya akan menghajikan kedua orang tua saya, setelah tujuannya berhasil, ternyata orang tuanya tidak mau dihajikan. Karena orang tuanya mau haji sendiri kemudian ia berkata kepada anaknya bahwa uang tersebut sebaiknya dipakai anaknya untuk naik haji sendiri atau dimanfaatkan sebagai modal kerja.

Pertanyaan :

a)   Bagaimana seandainya anaknya naik haji dengan biaya (uang yang telah dipersiapkan untuk biaya haji orang tuanya tersebut)?

b)   Bagaimana pula seandainya uang tersebut dipakai untuk modal kerja anaknya tersebut?

c)   Dan bagaimana pula seandainya uang tersebut dilimpahkan kepada orang lain sebagai ganti nadzar yang semula untuk orang tuanya? Continue reading BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (03) Nadzar

Bahtsul Masail Ke IV: (01) Merubah, Mengurangi atau Menambahkan Kalimat Pada Teks Alquran Dalam Berdo’a

         Deskripsi Masalah

Sebagaimana yang telah menjadi kebiasaan pada warga Nahdliyin di Jombang ketika berdo’a menggunakan do’a yang berasal dari ayat suci al qur’an. Akan tetapi  sebagian warga Nahdliyin terkadang menambahi redaksi yang tertera dalam ayat Al Qur’an tersebut ketika berdo’a. Contoh dalam akhir ayat ke 68 surat al baqoroh tertulis :

وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ  menjadi  وَتُبْ عَلَيْنَا يامولنا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Pertanyaan

Bagaimana hukum berdo’a dengan menggunakan do’a yang berasal dari ayat Al Qur’an dengan menambah kalimat yang tidak tertera dalam ayat aslinya tersebut? Continue reading Bahtsul Masail Ke IV: (01) Merubah, Mengurangi atau Menambahkan Kalimat Pada Teks Alquran Dalam Berdo’a

BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (02) Sumbangan Pemerintah

02.  Sumbangan Pemerintah [1]

Deskripsi Masalah :

Sering kita jumpai sumbangan yang diberikan oleh pemerintah dan lain sebagainya kepada unit pendidikan, pondok pesantren dan lain sebagainya, terjadi perbedaan antara jumlah sumbangan yang tertulis dengan yang diterima

Pertanyaan :

Bagaimana hukumnya menulis atau menandatangani penerimaan sumbangan (misal Rp 100.000.000), padahal uang yang diterima kurang dari jumlah tersebut? Continue reading BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (02) Sumbangan Pemerintah

BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (01) Penanggalan Kalender Hijriyah

01 .  Penanggalan Kalender Hijriyah [1]

Deskripsi Masalah :

Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah pada bulan Rabi’ul Awal, 13 tahun setelah beliau diutus, namun permulaan tahun baru hijriyah dimulai pada bulan Muharram.

Pertanyaan :

Sejak kapan tahun hijriah tersebut dimulai? Dan siapa yang pertama memulai? Continue reading BAB IX: Masail Syatta (Lain-Lain), (01) Penanggalan Kalender Hijriyah

BAB VIII: ASPEK KEKINIAN, (04) Profesi Melukis

BMPCNU_2002-2012_Sampul

4. Profesi Melukis [1]

Deskripsi Masalah

Sesungguhnya manusia yang paling berat siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para pelukis (HR. Bukhari Muslim)

إن أشد الناس عذابا عند الله يوم القيامة المصورون

Pertanyaan :

a).Sehubungan dengan profesinya sebagai guru yang menggambarkan semua bidang studi termasuk melukis (seni lukis). Apakah pekerjaan guru tersebut tergolong dosa?

b).Jika mengajarkan melukis tergolong pekerjaan dosa, apakah gaji yang diterima termasuk penghasilan yang tidak halal? Continue reading BAB VIII: ASPEK KEKINIAN, (04) Profesi Melukis

BAB VIII: ASPEK KEKINIAN, (03) Pengobatan Dengan Urine

BMPCNU_2002-2012_Sampul

3. Pengobatan Dengan Urine[1]

Deskripsi Masalah :

Dalam sebuah tabloid yang terbit di Surabaya, akhir Oktober 2000 dituturkan wawancara Prof. dr. Iwan T. Budiarto mengenai terapi medis dengan urine. Beliau memaparkan bahwa urine (air kencing) bisamenyembuhkan berbagai penyakit seperti koreng, diabetes, jantung, ginjal, kanker, aids dan impotensi. Bahkan menurut pengalaman pribadinya bahwa ia dulu pernah loyo dan kejantanannya nyaris mati (impotensi). Namun kemudian menjadi greng lagi setelah minum air kencingnya. Juga terjadi di luar negeri menjual belikan urine dan pembelinya adalah perusahaan farmasi atau kosmetika raksasa. Continue reading BAB VIII: ASPEK KEKINIAN, (03) Pengobatan Dengan Urine