Salah Satu Metode Pengajian KH Abdul Fattah Hasyim

Mengenang Al Walid (1):
KH. Abdul Fattah Hasyim Idris
(Wafat: Kamis Pon Malam Jumat Wage, 28 April 1977 M)


Saat itu, pengajian rutinan malam Ahad bertempat di Masjid Gedang, sebuah masjid kecil, tempat kelahiran Hadlratus Syekh KH. Moh. Hasyim Asyari, tempat dimana pada masa-masa kecilnya beliau habiskan disitu. Sebelum beliau diajak boyong (berpindah tempat) oleh orang tuanya ke sebuah desa kecil di kecamatan Diwek Jombang. Keras, nama desa kecil tersebut.


Sebagaimana biasanya, pengajian dibuka dengan bacaan fatehah, pembacaan ayat-ayat al Quran, pembacaan doa tarhim dst. Pengajian ini hanya memakan waktu maksimal 2 jam. Dimulai tepat pukul 8, baik orang-orang sudah berdatangan atau belum, pengajian tetap dimulai, dan diahiri pada pukul 10 malam.


Saat itu, yang mengisi pengajian, selaian beliau KH. Abdul Fattah Hasyim, adalah KH. Masykur, semula bernama Kiyai Aqib, Gedang (Tempat dimana beliau tinggal, sekarang berdiri MAWH Bahrul Ulum, Madrasah Aliyah Wahab Hasbulloh Bahrul Ulum). Beliau menyampaikan sebuah Hadits Nabi Saw, beliau bersabda:


«مِنْ حُسْنِ إِسْلامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا َلا يَعْنِيهِ»
“Setengah sakeng baguse islame awak-awakan yoiku ninggalno pekoro seng ora ono gunane”.


Setelah beliau menguraikan maksud hadits tersebut, yang memakan waktu kurang lebihnya 15 menit. Kemudian pengajian selanjutnya disampaikan oleh KH. Abdul Fattah Hasyim.


Sebagaimana kebiasaanya, jika dipandang perlu, beliau kadang-kadang memberikan tambahan penjelasan agar mustamiin lebih bisa memahami maksud dari uaraian pengisi pengajian sebelumnya. Dan juga sudah menjadi kebiasaan, didalam pengajiannya, kadang-kadang atau bahkan sering disisipi dengan cerita-cerita. Kesemuanya ini beliau lakukan semata-mata untuk lebih bisa dipahami oleh mustamiin, lebih-lebih kebanyakan mereka adalah masyarakat awam.


Ada seorang sahabat, bernama Thimah bin Ubairiq, salah satu bani Dzufr dari suku Sulaim, mencuri sebuah klambi kere (baju besi) dari tetangganya bernama Qotadah bin Numan. Baju besi yang dia curi tadi, dia masukkan ke karung yang berisi tepung. Dia tidak menyadari kalau karung tersebut dibagian bawahnya berlobang. Setelah pemilik baju besi tersebut mengetahui bahwa tadi malam ada pencuri yang menyatroni rumahnya, maka dia mengumpulkan keluarganya. Setelah berembuk, mereka meneliti dan menemukan tepung yang tercecer. Setelah diikuti, ceceran tepung tersebut menuju ke rumah Thimah bin Ubairiq. Lalu mereka menemui Thimah bin Ubariq dan bertanya: Hai, Thimah, kamu mencuri baju besi milik Qotadah ya?. Ini tepung yang tercecer menuju kerumah kamu. Tidak. Kalau nggak percaya, coba geledah saja rumahku ini, jawab Thimah, tidak mengakui tuduhan tersebut. Setelah seisi rumah Thimah digeledah, tidak ditemukan apa-apa.


Setelah tidak menemukan apa yang dicari dirumah Thimah bin Ubariq, Kemudian mereka (Keluarga Qotadah) mengamati dan meneliti ulang tepung yang tercecer. Ahirnya mereka mendapatkan tepung yang tercecer tersebut menuju ke rumah seorang yahudi bernama Zaid bin Samin. Setelah digeledah, mereka mendapatkan baju besi ada disitu. Kemudian mereka bertanya kepada orang yahudi tersebut perihal baju besi itu. Setelah ditanya, orang yahudi tersebut menjawab: Saya tidak mencurinya. Tadi malam Thimah datang menemuiku dan menitipkan baju besi itu kepadaku. Ini keluargaku banyak yang menyaksikan. Ahirnya mereka (Keluarga Qotadah) kembali lagi kepada Thimah dan menyampaikan jawaban orang yahudi, bahwa Thimah tadi malam menitipkan baju besi itu kepadanya. Saya tidak mencuri dan tidak merasa menitipkannya kepadanya (Zaid, yahudi tsb). Ini banyak saksinya lho, sangkal Thimah.


Karena merasa semakin terpojok, kemudian Thimah berembuk dengan keluarganya dan sepakat untuk memberikan kesaksian dan sumpah palsu dihadapan baginda Rosul saw, demi menjaga nama baik keluarga.


Setelah itu, Thimah dan keluarganya berangkat bersama menemui baginda Rosul SAW dan menyampaikan tuduhan, kesaksian dan sumpah palsu mereka. Wahai Rosul, saya dituduh mencuri baju besi oleh Qotadah. Padahal saya tidak mencurinya. Baju besi itu dicuri oleh Zaid bin Samin. Barang buktinya juga ada disitu. Ini saudara-saudara saya sebagai saksi dan siap disumpah, kata Thimah.


Setelah baginda Rosul Saw melihat tidak adanya (Tidak nampak adanya) kebohongan pada ucapan Thimah yang diperkuat dengan kesaksian dan sumpah palsu oleh keluarganya, beliu Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk memotong tangan orang yahudi tersebut. Sebelum pemotongan tangan terhadap orang yahudi itu dilaksanakan (hendak dilaksanakan), Alloh SWT menurunkan ayat:


{إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللهُ وَلا تَكُنْ
لِلْخَائِنِينَ خَصِيماً}[النساء: 105]
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Alloh wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat” [QS. An Nisa: 105]


Setelah baginda Rosul SAW meneima wahyu ini, beliau memerintahkan para sahabat untuk mengurungkan perintah tersebut. Sebaliknya beliau justeru memeritahkan untuk menangkap Thimah dan sekaligus memotong tangannya. Setelah Thimah mendengar intruksi baginda Rosul SAW tersebut, sebelum dia ditangkap, dia melarikan diri menuju Mecca dan murtad (Bahasa humor Kiai Fattah: Thimah melarikan diri sambil berkata Wes nggak islam2 man. Mosok islam nggak ngolehno nyolong. Tadi juga ada anak santri yang mau disidang, karena mencuri. Sebelum sidang dilaksanakan, dia sudah melarikan diri. pancen santri iki anak turune Thimah bek e, seloroh Kiai Fattah yang disambut ger geran oleh mustamiin ). Karena memang karakternya pencuri, dimana saja dan kapan saja, yah tetap mencuri. Ketika Thimah sampai dan berada di Mecca, penyakitnya kambuh lagi. Dia mencuri dengan cara menggangsir sebuah rumah. pada ahirnya dia pun mati dalam keadaan murtad disebabkan ke bruk an rumah yang dia ganggsir.


Berita sudah tersebar ditengah-tengah masyarakat waktu itu. Bahwa baginda Rosul SAW tidak jadi memotong tangan orang yahudi yang jelas-jelas mencuri dengan bukti-bukti yang tidak terbantahkan, malah baginda Rosul SAW menyuruh menangkap dan memotong tangan Thimah. Lhah wong masyarakat umum, dapat kabar, yah tanpa disaring, langsung digetok tularkan kemana-mana. Omongan diantara mereka (Najwa) berkutat pada kasusnya orang yahudi dan Timah. Tanpa mereka ketahui kebenaran apa yang mereka omongkan dengan teman-temannya, disebabkan profokasi Thimah dan keluarganya yang mempunyai agenda tersendiri, yaitu menjaga nama baik keluarga agar tidak tercemar. Ahirnya omongan-omongan (Najwa) mereka yang demikian ini tidak dibenarkan oleh Alloh SWT dan turunlah ayat berikut sebagai teguran kepada mereka:


{لاَ خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاَحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا} [النساء: 114]
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau Mengadakan perdamaian di antara manusia. dan Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Alloh, Maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar” [QS. An Nisa: 114].


Inilah sedikit gambaran cara dawah beliau KH Abdul Fattah Hasyim. Hadith yang disampaikan oleh Kiai sebelumnya, beliau kuatkan dengan ayat-ayat al Quran dan diperjelas dengan menyampaikan peristiwa yang melata belakangi diturunkannya ayat-ayat tersebut. Meskipun ayat-ayat tersebut berkaitan (secara khusus) dengan suatu peristiwa yang terjadi saat itu, namun ayat-ayat tersebut berlaku umum, dimana saja dan kapan saja, sampai akhir zaman nanti.


Dari sebuah hadits yang disampaikan oleh Mbah Aqib Gedang (KH. Masykur), kemudian diperkuat oleh KH. Abdul Fattah Hasyim dengan beberapa ayat al Quran dan diperjelas dengan cerita yang menjadi sebab diturunkannya ayat tersebut (Asbabunnuzul), secara tersirat, kita bisa menggalih berberapa pesan (Faedah) sebagai berikut:


Seorang kafir yahudi, karena dia benar, maka dibela oleh Alloh SWT.
Keputusan Rosul SAW yang didasarkan pada tuduhan, kesaksian dan sumpah palsu oleh keluarga Thimah, yang tidak tampak dari kesemuanya itu suatu kebohongan, namun karena ada wahyu yang mengungkap kenyataan yang sebenarnya, maka beliau tidak segan-segan mencabut kembali keputusan yang beliau tetapkan.


Omongan-omongan (Najwa) yang tersebar luas setelah peristiwa tersebut, dianggap oleh agama (Alloh SWT) sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya. Kecuali omongan-omongan yang mengandung perintah Shodaqoh, perintah kebaikan dan mendamaikan orang-orang yang sedang bermusuhan.


Amal kebaikan yang kemanfatannya bisa sumambrah kepada orang lain, bisa kita klasifikasi sebagai berikut:
Mendatangkan kemanfaatan bagi orang lain; hal ini bisa berupa jasmaniyyah, seperti memberikan shodaqoh, baik wajib maupun sunnat. Bisa juga berupa Ruhaniyyah, seperti perintah kebaikan.
Menolak kemadloratan dari orang lain, seperti mendamaikan orang-orang yang sedang bertikai.


Nah, sekarang apa yang kita baca, kita dengar dan kita lihat diberbagai media tentang bermacam-macam berita kasus yang menimpa seseorang atau suatu kelompok, kemudian kita omongkan (perbincangkan) di komunitas kita masing-masing, apakah termasuk omongan yang tidak ada gunanya menurut pandangan agama?. Terserah anda untuk menilainya, dan juga anda sendiri yang akan mempertanggung jawabkannya dihadapan Alloh SWT.


Alloh SWT berfirman:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ}[الحجرات: 6]
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. [QS. Al Hujurot: 6]. Wallohu alam bisshowab.

Tambakberas, 17 Maret 2014
Oleh: Abdul Nashir Fattah

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.