Sifat-Sifat Mulia Nabi Muhammad SAW.

Al fathimiyyah.net

Begitu banyak sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh Nabi, dan jika dibahas sampai tuntas mungkin tidak cukup sekedar waktu satu atau dua hari, bahkan berbulan-bulan atau tahunan. Di antaranya tergambar dalam syair di bawah ini,

لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰـهَ مُطْـلَقًا أَبَدًا * وَمَا تَثـَائَبَ أَصْـلاً فِىْ مَدَى الزَّمَنِ

مِنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرَبْ وَمَـا وَقَعَتْ * ذُبَابَةٌ أَبَـدًا في جِسْمِـهِ الْحَسَنِ

بِخَلْـفِهِ كَأَمَـامٍ رُؤْيَةٌ ثَـــبَتَتْ * وَلَا يُرٰى أَثْـرُ بَوْلٍ مِـنْهُ فِيْ عَلَن

وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَـمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ * وَلَايَرٰى ظِـلَّهُ فِى الشَّمْس ذُوْ فَـطِنِ

كَـتْفَاهُ قَدْ عَلَـتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا * عِنْـدَ الْوِلَادَةِ صِـفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنِ

هَذِه الْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أٰمِنًا * مِنْ شَرِّ نَـارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِـنْ مِحَنِ

Tidak Pernah Mimpi Basah (لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰـهَ مُطْـلَقًا أَبَدًا)

Rasulullah SAW. tidak pernah mimpi bersetubuh, baik sebelum jadi nabi atau setelah menjadi nabi. Ada suatu riwayat mengatakan,

مَا احْتَلَمَ نَبِيٌّ قَطُّ  إِنَّمَا الِاحْتِلَامُ منَ الشَّيْطَانِ

Artinya: Tidaklah nabi bermimpi basah sama sekali, karena mimpi basah datang dari syaithan. (H.R. al-Thabrani)

Di dalam manaqib Syaikh Abdul Qadir Al Jailani, dijelaskan bahwa pada suatu malam, Syaikh Abdul Qadir pada suatu malam beliau bermimpi keluar mani sebanyak 40 kali, dan karena itu beliau menjadi berulang kali masuk kamar mandi. Hal ini dikarenakan saat itu syetan sedang menggoda beliau. Sedangkan Nabi SAW. tidak pernah mengalaminya.

Tidak Pernah Menguap/Angop (وَمَا تَثـَائَبَ أَصْـلاً فِىْ مَدَى الزَّمَنِ)

Nabi Muhammad SAW. juga sama sekali tidak pernah menguap sepanjang masa, selama hidup Nabi.

Tidak Ada Satupun Binatang yang Melarikan Diri dari Beliau (مِنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرَبْ )

Nabi Muhammad SAW. sangat menyayangi binatang. Beliau tidak pernah sekali pun menyakiti hewan yang ditemuinya, sekalipun itu semut atau pun nyamuk. Karena itulah hewan apapun, baik jinak maupun buas tidak akan lari, bahkan merasa tenang saat bertemu beliau.

Tidak Pernah Dihinggapi Lalat (وَمَـا وَقَعَتْ ذُبَابَةٌ أَبَـدًا جِسْمِـهِ الْحَسَنِ)

Jasad Nabi SAW. Sekalipun tidak pernah dihinggapi oleh lalat, karena saking wanginya jasad beliau, bahkan melebihi wanginya minyak misik, yang konon katanya, minyak misik adalah minyak yang paling wangi.

Yang Ada di Belakang Bisa Tampak (بِخَلْـفِهِ كَأَمَـامٍ رُؤْيَةٌ ثَـــبَتَتْ )

Nabi Muhammad SAW. Bisa mengetahui apa yang ada di belakangnya, seperti beliau melihat sesuatu itu yang ada di hadapannya. Jika beliau menghadap ke arah timur misalnya, maka yang ada di arah barat, utara, selatan, bahkan atas atau pun bawah, akan tampak oleh beliau.

Air Seninya Tidak Pernah Meninggalkan Bekas ( وَلَا يُرٰى أَثْـرُ بَوْلٍ مِـنْهُ فِيْ عَلَنِ )

Ketika Nabi Muhammad SAW. buang air kecil, buang air besar, meludah, atau mengeluarkan Riyak, maka tidak akan ditemukan bekasnya sedikitpun. Ada salah seorang yang penasaran, akhirnya meneliti akan hal itu. Ternyata setelah diteliti, setiap Nabi SAW. melakukan hal-hal tersebut, maka bumi itu akan terbuka untuk menelannya, sehingga tidak ada bekas yang tersisa.

Pernah diceritakan suatu ketika, saat setelah Nabi buang air besar, Aisyah mencari bekasnya, namun Aisyah tidak menemukannya. Akhirnya, Aisyah menanyakan hal itu kepada Nabi. jawaban Nabi, “Bumi itu diperintah oleh Allah untuk menelan apapun yang dikeluarkan dari tubuhku”.

Hati Beliau Tidak Pernah Tidur, Sekalipun Mata Beliau Mengantuk (وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَـمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ)

Suatu ketika, Nabi pernah bangun tidur langsung melaksanakan sholat, tanpa berwudhu sebelumya. Sahabat pun menanyakan hal itu kepada Nabi. Nabi pun menjawab, “Yang tidur itu hanyalah mataku, tapi tidak hatiku”.

Bayangan Beliau Tidak Pernah Bisa Terlihat Saat Terkena Sinar Matahari (وَلَايَرٰى ظِـلَّهُ فِى الشَّمْس ذُوْ فَـطِنِ)

Termasuk keistimewaan Nabi SAW. bayangannya tidak jatuh di atas bumi, karena sesungguhnya beliau adalah cahaya. Karena itu, apabila berjalan pada terik matahari, maka tidak dilihat bayangannya. Jadi, seakan-akan cahaya Nabi itu sama seperti cahaya matahari, sehingga jika berjalan, bayangan beliau tidak tampak. Dalam syi’ir dituliskan “انت شمس انت بدر # انت نور فوق نور”, kurang lebih artinya seperti ini, Nabi itu bagaikan matahari dan rembulan, cahaya Nabi itu berada di atas cahaya.

Dua Pundak Beliau Selalu Terlihat Lebih Tinggi dari Pundak Orang-Orang yang Duduk Bersama Beliau ( كَـتْفَاهُ قَدْ عَلَـتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا )

Ketika Nabi SAW. duduk bersama siapapun, beliau selalu terlihat sedikit lebih tinggi. Jadi, apabila berjajar dengan orang yang tinggi, beliau tidak kalah tinggi. Sebaliknya, jika beliau berjajar dengan orang yang pendek, beliau tidak terlihat begitu menonjol (sangat tinggi). Begitu pun dalam kegantengan beliau. Jika berjajar dengan orang ganteng, beliau tidak kalah ganteng. Sebaliknya, jika berjajar dengan orang yang tidak ganteng, beliau tidak terlihat begitu menonjol (gantengnya). Intinya menyesuaikan, sehingga tidak ada yang minder siapapun yang bersanding dengan Nabi.

Beliau Telah Dikhitan Sejak Dilahirkan (  عِنْـدَ الْوِلَادَةِ صِـفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنِ )

Merupakan kemulian beliau adalah beliau dilahirkan dalam keadaan sudah dikhitan dan tidak ada yang melihat dua kemaluan beliau.

هَذِه الْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أٰمِنًا * مِنْ شَرِّ نَـارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِـنْ مِحَنِ

Ini semua merupakan keistimewaan beliau, hendaknya engkau hafalkan bait-bait tersebut, niscaya engkau mendapat perlindungan dari bahaya , pencurian dan musibah.

Disampaikan saat Istighotsah Akbar (28/11/19), oleh Agus H. Fathoni Zain.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.